Oleh: Ali Akbar Bin Agil
MAKANAN
yang halal adalah makanan yang diperbolehkan oleh syariat untuk kita
konsumsi. Makanan yang halal juga makanan yang diperoleh dengan cara
yang baik dan halal pula. Bekerja mencari sesuap nasi dan karunia rezeki
merupakan kewajiban tiap insan dalam kehidupan di dunia.
Sayangnya, tidak setiap orang meyakini bahwa jatah rezekinya di dunia
ini telah disediakan oleh Allah. Akibatnya, karena gelap mata, ia
melakukan segala cara untuk memperoleh beberapa lembar rupiah lewat cara
yang tak terpuji seperti mencuri, merampok, melakukan korupsi, dan
sebagainya.
Padahal, telah jelas larangan dalam al-Qur`an
perihal mengonsumsi makanan yang diperoleh dengan cara illegal dan tak
bertanggungjawab seperti di atas.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan
jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa`: 29).
Ketika seseorang memasukkan makanan dari jalan yang haram, masuk ke
dalam aliran darah, lalu menjadi daging, maka potensi berbuat kebaikan
menjadi meredup, semangat berbuat kebajikan menjadi susut, memiliki kans
besar menjadi penghuni neraka, dan kelak ia akan menghadapi persidangan
hisab dengan sangat berat.
Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad-nya mengatakan yang artinya: “Ketaatan yang bersumber dari makanan yang haram seperti sebuah bangunan yang dibangun di atas ombak.”
Sebaliknya, manakala seseorang menjaga mutu dan kualitas makanan yang
akan ia konsumsi, mengetatkan perhatiannya dalam hal apa yang boleh dan
tidak masuk ke dalam perutnya dan keluarga yang menjadi tanggungannya,
ia akan memperoleh manfaat buah dari ikhtiyarnya menjaga makanan dan
minuman yang masuk.
Setidaknya, ada lima buah manfaat dalam makan makanan yang halal.
Pertama, seseorang yang mengonsumsi makanan halal akan mudah bangkit guna melakukan ketaatan dan ibadah.
Disebutkan dalam sebuah atsar yang berbunyi, “Barangsiapa yang memakan makanan yang halal, anggota tubuhnya akan mudah melakukan ketaatan dalam keadaan suka atau tidak suka. Dan barangsiapa yang memakan makanan yang haram, suka atau tidak anggota tubuhnya akan melakukan kemaksiatan.”
Ketaatan maupun kemaksiatan berbanding lurus dengan makanan dan
minuman. Hasilnya terlihat jelas. Memakan makanan yang halal, diperoleh
dengan jalan yang halal, menjadikan ketaatan mudah dilakasanakan.
Berbeda dengan itu, memasukkan makanan yang haram, membuat tubuh sangat
mudah pula menyimpang dari jalan kebenaran.
Habib Abdullah bin Husain bin Thahir pernah mengatakan,
“Memakan makanan yang halal adalah sumber kebaikan yang besar.
Dampak suatu ibadah tidak dapat muncul kecuali jika asupan makanannya
adalah baik dan tidak bercampur dengan syubhat.”
Kedua , doa orang yang mengonsumsi makanan yang halal mudah dikabulkan oleh
Allah. Dalam suatu kesempatan, Sa`ad bin Abi Waqqash meminta kepada
Rasulullah SAW agar berdoa kepada Allah, minta dijadikan sebagai orang
yang doanya mudah dikabulkan oleh-Nya. Lalu, Rasul SAW berkata kepada
Sa`ad, “Perbaiki makanan yang engkau makan niscaya engkau menjadi orang yang doanya mudah dikabulkan.” (HR. Thabrani)
Ketiga , keturunan orang yang menjaga mutu makanan yang dikonsumsi dapat
melahirkan keturunan yang shalih-shalihah. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
dalam bukunya al Ghun yah, mengatakan, “Bila telah tampak tanda
kehamilan pada diri seorang perempuan hendaklah suaminya betul-betul
menjaga kebersihan makanannnya dari hal yang haram atau syubhat agar
anak itu tidak ada jalan bagi setan untuk masuk dalam penciptaannya.”
Lebih lanjut, dikatakan oleh Al-Jailani, “Yang paling baik adalah
menjaga makanan sejak ketika menikah, agar selalu dalam kebaikan
sehingga keluarga dan anaknya dapat selamat dari pengaruh setan di dunia
dan selamat dari hukuman di akhirat, bersamaan dengan itu, akan lahir
anak yang shalih, berbakti kepada kedua orangtuanya, dan taat kepada
Tuhannya, dimana semuanya itu dapat diraih dengan menjaga kebersihan
makanan.”
Dikisahkan, ada seorang mantan budak kurus yang
dimerdekakan oleh tuannya. Namanya Mubarak. Setelah merdeka, dia bekerja
pada seorang pemiliki kebun sebagai buruh. Suatu hari, sang tuan
mengunjungi kebunnya bersama dengan beberapa sahabatnya. Dipanggillah
Mubarak, “Petikkan kami beberapa buah delima yang manis.” Bergegaslah
Mubarak melaksanakan perintah sang tuan. Dia memetik beberapa buah
delima, diserahkannya kepada sang majikan. Ketika majikannya mencicipi
delima yang dipetik Mubarak, tak satupun ada yang manis. Semuanya masam.
“Apa kamu tak bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?,” tanya
sang majikan dengan nada marah.
Mubarak menjawab, “Demi Allah
Tuan, saya tidak pernah mencicipi satu buah pun. Bukankah Anda hanya
memerintahkan saya menjaga dan tak pernah mengizinkan saya mencicipinya?
Sehingga saya tak pernah tahu, mana delima yang asam dan manis.” Sang
tuan merasa kaget dan tak percaya, bertahun-tahun bekerja di kebun itu,
tapi Mubarak tak pernah makan satu buah pun.
Singkat cerita,
selang beberapa hari, sang tuan datang menemui Mubarak untuk dinikahkan
dengan putrinya, “Aku tidak mendapati laki-laki yang lebih bertakwa
kepada Allah melebihi dirimu. Maka aku akan menikahkan putriku
denganmu.” Dari rumah tangga yang dibina Mubarak atas dasar ketakwaan
tersebut, lahirlah keturunan yang shalih yang di kemudian hari menjadi
seorang ulama besar, ahli hadits, pejuang yang pemberani, seorang kaya
yang dermawan, yaitu Abdullah Ibnu Mubarak.
Keempat, hati menjadi terang dan penuh hikmah. Diriwayatkan, “Barangsiapa makan
makanan yang halal selama empat puluh hari, Allah sinari hatinya dan
mengalirkan sumber-sumber hikmah dari hati dan lidahnya.”
Kelima, makanan yang halal dapat menjadi obat penyembuh bagi penyakit yang
diderita. Salah seorang Tabi`in bernama Yunus bin Ubaid mempunyai
pengalaman menjadi makanan yang halal sebagai obat. Ketika ia memperoleh
satu dirham dari jalan yang halal, ia menggunakan uang tersebut untuk
membeli gandum. Gandum tersebut digiling. Setelah selesai masak, ia
berkeliling di sekitar tempat tinggalnya, menawarkan bantuan pengobatan
bagi orang-orang sakit yang sudah tidak dapat diobati oleh dokter.
Caranya, ia suapkan gandum tersebut kepada ‘pasiennya.’ Kata Yunus,
“Orang tersebut dapat sembuh pada waktunya.”
Dalam pengalaman
yang berbeda, Imam Syafi`i yang bertandang ke kediaman muridnya, Imam
Ahmad, mendapat protes dari putri Imam Ahmad. “Tidakkah Ayah perhatikan
saat kita makan malam bersama setelah Isya, dia makan begitu banyak?”
Imam Ahmad yang mendapat pertanyaan tersebut, menemui Imam Syafi‘i
untuk memastikan kebenaran cerita sang putri. Kata Imam Syafi`i,
“Putrimu benar tapi kenyataannya tidak seperti yang dia lihat. Aku makan
banyak karena tahu makananmu halal dan kau orang baik, dermawan.
Makanan halal yang disajikan orang dermawan akan menjadi obat. Waktu itu
aku banyak makan bukan untuk mengenyangkan diri, melainkan agar aku
sehat.”
Marilah sahabat-sahabat semua, kita bekerja menjemput
rezeki Allah dengan cara-cara yang dapat dibenarkan, cara yang halal,
jangan risau dengan rezeki kita, karena telah ada jatah yang pasti dari
Allah. Jangan kita menghinakan diri sendiri dengan melakukan pekerjaan
haram, memasukkan yang haram ke dalam perut, karena semua itu akan ada
pertanggunganjawab di sisi Allah.(hidayatullah)
Penulis staf pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang- Jawa timur
Panduan lengkap bagaimana agar BLOG kita menjadi Mesin Uang, Download Gratis!
http://cafebisnis.com/?reg=infaqmasjid
Apakah anda ingin menjual produk anda (software, jasa, barang) secara ONLINE di internet dengan sist...
http://www.klikabadi.net/?id=infaqmasjid
Salurkan Donasi Anda Untuk Membantu Pembangunan Masjid Salamatul Ummah di Desa Suaklanjut Siak Sri I...
http://masjidsalamatulummah.com
Sudahkah shalat dengan tata cara yang benar? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab “Ya”, apabila and...
http://shalatsempurna.com/?id=41infaq
Belanja Sparepart Hp dengan Harga Murah,Kualitas Terjamin,Layanan Prima
Menyediakan layanan ecer ...
http://www.mmionline.net/?id=infaqmasjid
Belanja Sparepart Hp dengan Harga Murah,Kualitas Terjamin,Layanan Prima
Menyediakan layanan ecer ...
http://www.mmionline.net/?id=infaqmasjid
Visitors :446420 Org Hits : 812187 hits Month : 3974 Users Today : 218 Users Online : 13 Users
|
|
Untuk daerah Siak Sri Indrapura Selasa, 22 Mei 2012 | |
| : 04:34 | |
| : 04:44 | |
| : 06:02 | |
| : 06:25 | |
| : 12:10 | |
| : 15:35 | |
| : 18:15 | |
| : 19:29 | |