Para pembaca yang mulia, semoga Allah subhanahu wata’la merahmati kita semua–, pada edisi sebelumnya telah diutarakan bahwa ujian dan cobaan di dunia merupakan sebuah keharusan yang (siapa pun) tidak bisa terlepas darinya. Bahkan, itulah warna-warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan merupakan tanda kebenaran dan kejujuran iman seseorang kepada Allah subhanahu wata’la.
ASH-SHABR DAN IMAN
Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menyatakan bahwa lafazh
ash-shabr dalam Al Qur’an disebutkan di sembilan puluh tempat
(ayat). Hal ini menunjukkan sabar memiliki kedudukan
tinggi nan mulia dalam agama Islam. Oleh karena itu, Al
Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sabar setengah
dari keimanan dan setengahnya lagi adalah syukur.
Lebih jelasnya, akan kami sebutkan beberapa penyebutan
ash-shabr dalam Al Qur’an dengan uraian yang ringkas
sebagai berikut:
1. Sabar Merupakan Perintah Mulia Dari Rabb Yang Maha Mulia
Allah subhanahu wata’la berfirman (artinya):
“Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar dan shalat,..” (Al-Baqarah: 153)
dalam ayat yang lain (artinya):
“Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,…” (Ali Imran: 200)
Konteks (kandungan) dari kedua ayat diatas menerangkan bahwa sabar
merupakan perintah dari Allah subhanahu wata’la. Sabar
termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah subhanahu
wata’la wajibkan kepada hamba-Nya. Terlebih lagi, Allah subhanahu
wata’la kuatkan perintah sabar tersebut dalam ayat yang
kedua. Barangsiapa yang memenuhi kewajiban itu,
berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi
Allah subhanahu wata’la.
Tidak terkecuali Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam, Allah subhanahu wata’la juga
memerintah beliau shalallahu ‘alaihi wasallam untuk
memenuhi kewajiban ini, sebagaimana firman-Nya (artinya):
“Dan
bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru
Rabb mereka di waktu pagi dan senja dengan mengharap Wajah-Nya,
dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena
mengharapkan perhiasan kehidupan dunia.” (Al Kahfi: 28)
dalam ayat lainnya (artinya):
“Dan bersabarlah engkau dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan
dengan pertolongan Allah dan janganlah bersedih terhadap
(kekafiran) mereka dan janganlah merasa sempit terhadap
apa yang mereka tipu dayakan.” (An Nahl: 127)
Jika nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai makhluk
yang paling mulia dan sempurna masih diperintah untuk bersabar,
maka terlebih lagi bagi umatnya.
2. Larangan dari lawan Kesabaran
Allah subhanahu wata’la juga melarang dari perbuatan yang meniadakan
kesabaran. Sebagaimana firman-Nya subhanahu wata’ala
(artinya):
“Dan janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu
bersedih, padahal kamulah orang-orang yang tinggi
(derajatnya), jika kamu benar-benar orang beriman.”
(Ali Imran: 139)
Tidak terkecuali Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam, beliau shalallahu ‘alaihi wasallam pun juga
dilarang dari perbuatan yang meniadakan kesabaran,
sebagaimana pada ayat di atas (An Nahl: 127).
Adanya larangan dari perbuatan-perbuatan yang bisa mengurangi
atau menghilangkan kesabaran menguatkan sifat perintah untuk
bersabar. Sehingga sabar itu benar-benar merupakan
ibadah yang bersifat wajib bukan sebatas mustahab
(anjuran saja).
3. Pujian Allah subhanahu wata’la Terhadap Orang-Orang Yang Bersabar
Allah subhanahu wata’la memuji mereka sebagai orang-orang yang
kejujuran dalam keimanannya. Sebagaimana firman-Nya subhanahu
wata’ala: “…, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka
itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah
orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 177)
Dalam
kitab Madarijus Salikin 2/152 karya Al Imam Ibnul Qayyim,
beliau mengutarakan bahwa ayat yang semisal ini banyak dalam Al
Qur’an. Sehingga keberadaan sabar dalam mengahadapi
ujian dan cobaan dari Allah subhanahu wata’la itu
benar-benar menjadi barometer keimanan dan ketaqwaan
kepada Allah subhanahu wata’la.
4. Mendapat Kecintaan Dari Allah subhanahu wata’la
Semua orang yang beriman berharap menjadi golongan orang-orang
yang dicintai oleh Allah subhanahu wata’la. Allah subhanahu
wata’la mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa golongan
yang mendapatkan kecintaan-Nya subhanahu wata’ala
adalah orang-orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan
dari Allah subhanahu wata’la. Sebagaimana Allah subhanahu
wata’la tegaskan dalam firman-Nya radhiallahu ‘anhu(artinya):
“…, dan Allah itu mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
5. Allah subhanahu wata’la Bersama Orang-Orang Yang Sabar
Allah subhanahu wata’la berfirman (artinya):
“Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
Yang dimaksud dengan Allah subhanahu wata’la bersama orang-orang
yang sabar adalah penjagaan dan pertolongan Allah subhanahu
wata’la selalu menyertai mereka. Bahkan dalam ayat
yang lain, Allah subhanahu wata’la benar-benar
menjamin penjagaan dan pertolongan-Nya itu selalu
bersama dengan orang-orang yang sabar. Sebagaimana firman-Nya
subhanahu wata’ala (artinya):
“Ya, jika kamu bersabar dan
bertaqwa, dan jika mereka menyerang kamu dengan
seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan
lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Ali Imran: 125)
Sebagaimana pula diterangkan dalam hadits berikut ini:
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَبْرِ
“Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma)
6. Shalawat, Rahmat dan Hidayah Bersama Orang Yang Sabar
Allah subhanahu wata’la senantiasa mencurahkan shalawat, rahmat
dan hidayah-Nya subhanahu wata’ala kepada orang-orang yang
sabar. Karena jika mereka ditimpa ujian dan cobaan dari
Allah subhanahu wata’la mereka kembalikan urusannya
kepada Sang Pencipta dan sekaligusnya Pemiliknya.
Sehingga mereka berkata:
إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Sifat mulia yang dimiliki orang yang sabar ini dikisahkan oleh
Allah subhanahu wata’la dalam firman-Nya (artinya):
“(Orang-orang yang sabar itu) adalah bila mereka ditimpakan
musibah, seraya mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami adalah
milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembali.’ Mereka
itulah yang mendapat shalawat dan rahmat dari Rabb
mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat
hidayah (petunjuk).” (Al-Baqarah: 156-157)
Atas
dasar ini, bila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil,
dianjurkan mengucapkan kalimat ini, yang dinamakan dengan
kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah
subhanahu wata’la). Kalimat istirja’ akan lebih
sempurna lagi jika ditambah setelahnya dengan do’a yang
diajarkan oleh baginda nabi Muhammad shalallahu
‘alaihi wasallam:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Ya Allah, berilah ganjaran atas musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.”
Barangsiapa yang membaca kalimat istirja’ dan berdo’a
dengan do’a di atas niscaya Allah subhanahu wata’la akan
menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih
baik. Sebagaimana hadits riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari
shahabiyah Ummu Salamah.
Suatu ketika Ummu Salamah
ditinggal suaminya Abu Salamah yang mati syahid di
medan perang (jihad). Kemudian beliau mengucapkan do’a
ini, sehingga Allah subhanahu wata’la memenuhi janji-Nya
dengan memberikan pendamping (jodoh) baginya dengan sebaik-baik
pendamping yaitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Sesungguhnya Allah subhanahu wata’la tidak akan
mengingkari janji-Nya.
7. Mendapatkan Ganjaran Yang Lebih Baik Dari Amalannya
Allah subhanahu wata’la memberikan ganjaran bagi orang yang sabar
melebihi usaha atau amalan yang ia lakukan. Sebagaimana
firman-Nya subhanahu wata’ala (artinya):
“Dan
sesungguhnya Kami memberi balasan bagi orang-orang
yang sabar dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan.” (An Nahl: 126)
Dalam ayat lainnya, Allah
subhanahu wata’la menjanjikan akan memberikan jaminan
kepada orang yang sabar dengan ganjaran tanpa hisab (tanpa
batas). Sebagaimana firman-Nya radhiallahu ‘anhu (artinya):
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)
8. Mendapat Ampunan Dari Allah subhanahu wata’la
Selain Allah subhanahu wata’la memberikan ganjaran yang lebih
baik dari amalannya kepada orang yang sabar, Allah subhanahu
wata’la juga memberikan ampunan kepada mereka. Allah
subhanahu wata’la berfirman (artinya):
“…, kecuali
orang-orang yang bersabar dan beramal shalih, mereka
itulah yang akan mendapatkan ampunan dan ganjaran yang
besar.” (Hud: 11)
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha Ummul Mu’minin,
beliau berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam telah bersabda:
مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشِيْكُهَا
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah subhanahu wata’la telah menghapus dengan musibah itu dosanya. Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya.” (HR. Al-Bukhari no. 3405 dan Muslim 140-141/1062)
9. Mendapat Martabat Tinggi Di Dalam Al-Jannah
Anugerah yang lebih besar bagi orang-orang yang sabar adalah berhak
mendapatkan martabat yang tinggi dalam al-jannah. Allah
subhanahu wata’la berfirman (artinya):
“Mereka
(orang-orang yang sabar) itulah yang akan dibalas
dengan martabat yang tinggi (dalam al-jannah) dikarenakan kesabaran
mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan
ucapan selamat di dalamnya.“ (Al Furqaan: 75)
10. Sabar Adalah Jalan Terbaik
Para pembaca yang mulia, semoga Allah subhanahu wata’la
merahmati kita semua–, semua uraian di atas menunjukkan
bahwa sabar ialah jalan terbaik bagi siapa yang menginginkan
kebaikan dunia dan akhiratnya. Hal ini sebagaimana
yang Allah subhanahu wata’la tandaskan dalam
firman-Nya subhanahu wata’ala (artinya):
“…, kalau seandainya
kalian mau bersabar, sungguh itu berakibat lebih baik
bagi orang-orang yang sabar.” (An-Nisaa’: 25)
Dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَجَباً ِلإَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنََّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ فَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهَ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Untaian Permata Salaf
‘Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu berkata: “Tidaklah
seseorang dikaruniai sesuatu yang lebih luas dan baik dibandingkan
kesabaran”.
Beliau juga berkata: “Sebaik-baik
kehidupan yang kami rasakan adalah dengan kesabaran.
Kalau sekiranya sabar itu ada pada salah seorang
niscaya ia akan menjadi orang mulia.”
‘Ali bin Abi Thalib
radhiallahu ‘anhu berkata: “Posisi kesabaran dalam
iman seperti posisi kepala dalam tubuh”. ungkapan ini
cukup jelas maknanya yaitu orang yang tidak punya kesabaran
ibarat orang yang tidak punya kepala, sehingga tidak ada iman
bagi orang yang tidak punya kesabaran, sebagaimana ia
tidak punya kepala dalam tubuhnya.
Al Hasan Al
Bashri berkata: “Sabar adalah satu kekayaan dari
kekayaan yang baik, Allah subhanahu wata’la tidaklah memberikan
kecuali kepada hamba-hamba-Nya yang mulia di sisi-Nya.”
Sulaiman Ibnul Qasim berkata: “Setiap amalan akan diketahui
ganjarannya kecuali kesabaran. Allah subhanahu wata’la berfirman
(artinya): “Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah
yang dicukupkan ganjaran mereka tanpa batas.” (Az
Zumar: 10)
Itulah diantara keutaamaan besar yang Allah subhanahu wata’la janjikan bagi hamba-Nya yang bersabar. Setelah kita mengetahui beberapa keutamaan sabar, kedudukannya dalam agama Islam, serta dalil-dalil yang memerintahkannya, maka sudah sepantasnya bagi kita berupaya dan berdo’a agar dapat mengamalkannya. Semoga Allah subhanahu wata’la memberi taufiq kepada kita untuk beramal dengan ilmu yang kita ketahui. Amin, Ya Rabbal ‘Alamin.
http://www.assalafy.org/mahad/?p=61
Panduan lengkap bagaimana agar BLOG kita menjadi Mesin Uang, Download Gratis!
http://cafebisnis.com/?reg=infaqmasjid
Apakah anda ingin menjual produk anda (software, jasa, barang) secara ONLINE di internet dengan sist...
http://www.klikabadi.net/?id=infaqmasjid
Salurkan Donasi Anda Untuk Membantu Pembangunan Masjid Salamatul Ummah di Desa Suaklanjut Siak Sri I...
http://masjidsalamatulummah.com
Sudahkah shalat dengan tata cara yang benar? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab “Ya”, apabila and...
http://shalatsempurna.com/?id=41infaq
Belanja Sparepart Hp dengan Harga Murah,Kualitas Terjamin,Layanan Prima
Menyediakan layanan ecer ...
http://www.mmionline.net/?id=infaqmasjid
Belanja Sparepart Hp dengan Harga Murah,Kualitas Terjamin,Layanan Prima
Menyediakan layanan ecer ...
http://www.mmionline.net/?id=infaqmasjid
Visitors :446327 Org Hits : 812034 hits Month : 3979 Users Today : 218 Users Online : 11 Users
|
|
Untuk daerah Siak Sri Indrapura Senin, 21 Mei 2012 | |
| : 04:34 | |
| : 04:44 | |
| : 06:02 | |
| : 06:25 | |
| : 12:10 | |
| : 15:35 | |
| : 18:15 | |
| : 19:28 | |